Jumat Agung Dalam Katolik, Ibadatnya Dilakukan pada Pukul 3.00 sore, Ini Alasannya!

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta — Jumat Agung adalah hari dimana umat Katolik di seluruh dunia mengenangkan sengsara Kristus yang terdiri dari peristiwa penyaliban dan wafat Kristus di kayu salib.
Sebelum wafat, Golgota menjadi saksi dan tempat dimana Kristus memanggul salib dan menderita sakit yang luar biasa selama berjam-jam.

Ibadat Jumat Agung
Pada hari Jumat Agung ini Gereja Katolik tidak merayakan Ekaristi.
Karena pusat ibadah hari ini fokusnya pada peristiwa sengsara dan wafatnya Yesus Kristus, maka penyebutannya adalah Ibadat (Liturgi) Jumat Agung dan bukan Misa Jumat Agung.
RD Donnie Migo atau Romo Donnie, seorang romo atau pastor yang menjabat sebagai sekretaris Keuskupan Maumere menjelaskan dalam Ibadat Jumat Agung terbagi menjadi tiga bagian.
Tiga bagian tersebut adalah liturgi sabda, penghormatan salib dan komuni.
Liturgi Sabda (untuk menghidupkan iman atas kekuatan wafat Yesus).
Penghormatan Salib (untuk memusatkan perhatian pada salib sebagai sumber kebahagiaan).
Dan Komuni (untuk memberi kesempatan memetik buah salib
Romo Donnie juga menerangkan penyebutan Jumat Agung dalam Bahasa Italia adalah Venerdi (Jumat) Santo (Agung/Suci)
“Jumat Agung dalam Bahasa italia disebut juga Venerdi Santo, dimana Venerdi diartikan sebagai Jumat dan Santo adalah suci atau agung “ jelas Romo Donnie.
Dimana pada hari tersebut Kristus ditinggikan dengan peristiwa penyaliban, wafat dan diangkat ke surga, maka pada hari itu dinamakan sebagai Jumat Agung.
Warna merah menjadi warna liturgi selama ibadat Jumat Agung melambangkan kemartiran dan kematian Yesus Kristus.

Dilaksanakan Pada Pukul 3.00 Sore
Ibadat Jumat Agung dilaksanakan pada pukul 3.00 sore.
Romo Donnie mengatakan dalam kitab suci dituliskan pada pukul 3 sore tabir bait suci terbelah, dan saat itulah Yesus Kristus wafat di kayu Salib
Dan oleh karena itu Jumat Agung disebut juga sebagai peristiwa kenangan akan penyaliban dan wafat Kristus, maka peristiwa tersebut dirayakan pada hari dan jam yang sama.
Rujukan mengenai Wafat Kristus pada pukul 3 sore ini tertulis dalam injil Markus 15: 34-37
Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa Yesus wafat pada pukul 3.00 sore

Baca Juga  Bantu Penanganan Gizi Buruk di Jakarta, Anak-anak di Cakung Dapat Paket Bantuan Protein

 

Tradisi yang Dilakukan pada Jumat Agung
Tradisi yang harus dijalani oleh seluruh umat katolik pada hari jumat agung ini adalah melakukan puasa pantang serta pengorbanan
Dimana puasa dan pantang adalah bentuk pengorbanan dan penyesuaian diri dengan penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus Kristus yang bisa disempurnakan dengan mengikuti Jalan Salib.
Kemudian tradisi lainnya adalah pembacaan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus dalam bentuk nyanyian atau disebut juga Passio
Selanjutnya ada juga penciuman Salib Kristus, hal ini dilakukan sebagai simbol penghormatan umat Katolik atas pengorbanan Kristus.
Setelah penciuman salib rangkaian prosesi Ibadat Jumat Agung dilanjutkan dengan doa umat meriah.
Dari penjelasan Romo Donnie doa umat meriah ini hanya didoakan pada hari Jumat Agung
Dan pada hari Jumat Agung ini pun Gereja Katolik melepaskan altar dengan kosong dan meredam suara lonceng maupun suara musik lainnya.
Hal ini dilakukan sebagai tanda berkabung begitu perayaan ini selesai
Pada hari Jumat Agung ini Romo Donnie mengajak seluruh umat beriman agar menjalankan puasa untuk melatih diri, menurutnya dengan berpuasa sama artinya dengan menderita bersama yesus
Selanjutnya Romo Donnie juga ingin kita mendedikasikan waktu pada hari Jumat Agung ini untuk Tuhan dengan melakukan jalan salib, mencium salib, dan juga bersama Imam mendoakan doa umat meriah
Dengan memahami makna Jumat Agung menurut Romo Donnie, akan mengantarkan kita melihat seluruh rangkaian hidup sebagai bagian dari perjalanan mengikuti Kristus menyangkal diri dan memikul salib.

(Joanita Ary)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *